Jumat, 02 Oktober 2009

Kayak Monyet... (Seri Cerita Si Kecil)

saya tersentak!
saya menangkap basah seorang bocah lelaki,Syauqi (7th) sedang memegang sebuah alat pencukur kumis. ia menggoreskan alat pencukur itu beberapa kali pada betis kanannya, pada beberapa sisi. saya pun menghampirinya.

menyadari kehadiran saya, ia pun menoleh dan berhenti sejenak dari rutinitasnya. saya pun bertanya dengan nada yang lembut dan seolah olah tak tahu apa yang sedang dilakukannya "syauqi lagi nagpain?".

"Lagi cukur bulu kaki.." jawabnya polos.
"kenapa dicukur?" kejar saya.
"kalau nggak dicukur nanti bulunya jadi panjang" argumennya.
"Hmm.. mana, coba lihat.." ujar saya sambil menyelidik bulu kakinya. menurut saya tentu saja tidak terlalu panjang.
"syauqi nggak suka ya, punya bulu kaki yang panjang..?" tanya saya mencoba meraba perasaannya..
ia pun mengangguk, "Iya, kalau bulunya panjang.. nanti Uki kayak monyet! Uki nggak mau kayak monyet.."

Spontan, saya pun tertawa kecil mendengar penuturannya. ia pun tersenyum malu.
"Duh, maaf ya syauqi.. yu'ta ketawa.."kata saya, khawatir dia tersinggung karena sempat ditertawakan.
" syauqi kaat siapa kalau bulu kaki bisa panjang terus kayak bulu monyet?" selidik saya
"kata uki sendiri.." aku-nya..

dan diskusi kecil pun di mulai..
"Hmm, Syauqi.. pernah lihat bulu kaki bapak?"Tanya saya. dan ia pun mengangguk.
"Bulu kaki bapak itu nggak pernah di potong lho.. tapi, panjangnya nggak sepanjang rambut kita kan?" lagi-lagi iya mengangguk. "Nah, bulu yang tumbuh di kaki atau tangan kita ini juga rambut lho.. tapi beda sama rambut yang tumbuh dikepala kita.., karena itu walaupun rambut di kaki dan tangan kita tumbuh, tapi dia nggak bisa sepanjang rambut dikepala kita.. begitu syauqi.."

"coba syauqi pegang alis sama bulu mata syauqi"pintaku..
"alis dan bulu mata syauqi juga nggak pernah dipotong dari kecil kan?" ia masih mengangguk mendengarkan penjelasanku.
"Nah, itu karena alis dan bulu mata kita beda sama rambut dikepala kita"
"tahu nggak? Allah itu udah tahu banget mana yang harus panjang, dan mana yang nggak suah panjang. Allah itu sayang banget sama kita.. coba bayangin.. kalau alis atau bulu mata kita bisa panjang kayak rambut.. gimana?" tanya saya
"ya nggak bisa ngeliat lah.." pekiknya.
"bener syauqi.. nanti kita malah nggak bisa lihat.. sama seperti bulu kaki syauqi ini.. nanti nggak akan bisa sepanjang rambut. karena Alalh tahu.. kita, manusia itu beda sama monyet. makanya bulu kaki kita juga nggak bisa panjang kayak bulu kaki monyet". saya pun tersenyum memandangnya lekat.. ia pun tersenyum lebar..

"Kalau kucing?"tanyanya
"kucing.. juga beda sama manusia.. pernah lihat bulu kucing kan?"
Syauqi mengangguk.
"sama nggak sama bulu di tangan dan kaki kita?"
"nggak!"

"kalau burung?"
"syauqi pernahlihat bulu bebek atau ayam nggak?"
"iya, pernah"
"nah, bulu burung.. mirip sama bulu ayam dan bebek. jadi sama nggak sama bulu yang kita punya?"
Syauqi pu menggeleng.. "beda"
"Hmm.. pinter.. bulu burung,bebek dan ayam.. beda juga sama bulu kita.. kalau bulu di tangan dan kaki kita, kan halus.. tapi bulu bebek, ayam dan burung itu ada batangnya. syauqi pernah lihat kan?"
"iya ada batangnya.. uqi pernah liat"

"Nah, sekarang yu'ta tanya lagi.. kenapa syauqi cukur bulu di kaki syauqi? emang bulu-bulu itu jahat sama syauqi?"
syauqi menggeleng.
" atau .. bikin syauqi sakit?"
syauqi menggeleng lagi.

"Nah, kalau bulu kakinya nggak jahat, kenapa harus dicukur? Syauqi tahu nggak.. kalau setiap yang Allah ciptakan itu pasti ada manfaatnya.. sama kayak bulu kakinya syauqi ini. lagian.. kalau bulu kakinya di cukur kan, nanti juga akan tumbuh lagi.. malah lebih lebat" ujar saya tanpa bermaksud menakuti..

"Yah.. yu'ta.. kenapa nggak bilang dari tadi??!!! uki kan udah cukur bulu kakinya..!!" teriaknya agak menyesal..
"lagian.. syauqi langsung cukur aja.. bukannya tanya yu'ta dulu aklau mau cukur bulu kaki.." ujar saya seolah sewot, membela diri tak mau kalah.
"Hhh.. tadi kan uki liat cukurannya kak yeki diatas meja.. ya udah.. Uki cukur aja ke bulu kaki.." belanya pula.
Duh, beginilah kalau tak hati-hati menyimpan barang.. untuk cuma bulu kaki, coba kalau semua rambut ditubuhnya dicukur?? Wah.. kacau ini.. "hffh,.. dasar anak-anak.. " batin saya.

Well, lebih dari pada itu.. hati ku pun bertanya-tanya, jangan-jangan pernah ada selentingan komentar tentang bulu kakinya, sampai-sampai ia merasa tak nyaman dengan bulu-bulu halus itu..

saya jadi teringat saat saya masih duduk di kelas 1 SMP, saat itu saya sangat tidak nyaman dengan celetukan dan ledekan teman2 tentang rambut halus yang tumbuh di antara bibir atas dan dibawah hidung (baca:kumis-red). maklum, namanya cuga anak perempuan.. saya pun khawatir kalau kumis tipis itu terus saja tumbuh seperti kumis milik ayah saya.. akhirnya saya pun secara diam-diam mencari pisau cukur milik ayah.. sekali dua kali saya tak mampu menemukan tempat penyimpanannya, namun pada akhirnya saya pun mendapatinya tergeletak.. itulah kesempatan yang tak saya sia-siakan.. saya pun berusaha mencukur kumis tipis yang nampak menyebalkan itu.. tapi, entah karena memang saya tak lihai menggunakannya.. atau bagaimana.. tapi yang jelas, belum sedikitpun bulu-bulu halus pengganggu itu saya cukur, ternyata bagian bawah hidung saya itu malah terluka terkena pisau cukur yang tajam itu. Hffh.. setelah kejadian itu, saya tak berani lagi berusaha mencukur kumis tipis itu.. he.. kapok euy.. (tentu saja spekulasi saya saat itu bahwa kumis itu akan terus tumbuh menjadi lebat, hingga kini tak pernah terbukti. karena nyatanya kumis tipis itu tak pernah menunjukkan niatnya untuk tumbuh lebih dari kadar seharusnya yang dimiliki hormon wanita)


jadi, penting bagi kita orang dewasa untuk tidak mengkritisi atau bahkan mengomentari hal-hal fisik yang ada pada anak.. menurut Piaget, anak usia ini masih pada taraf berpikir konkrit. artinya, memberikan pengertian yang sederhana dengan-perumpamaan-perumpamaan yang mampu di jangkau oleh akalnya, akan membantu anak mengetahui mengapa Allah memberikan segala sesuatu yang ada ditubuhnya..



Ahmad Syauqi... he send love for everyone.. :)

Tentang Pesona yang Mempesona

beginilah pesona ilmu. entah mengapa tiba-tiba aku terhipnotis begitu saja dan terperangkap didalamnya..
seolah.. sejak semula, telah kucium semerbak harumnya..
telah mampu ku kecap manis dan lezatnya
telah nampaklah elok dan keranumannya..
sedari jauh, telah terdengar indah simfoni dawainya.. begitulah pesona ilmu..
dan tiba-tiba saja langkahku telah menuju ke satu arah.. Majlis Ilmu..

MasyaAllah,..
kusadari benar.. bagi para pecinta ilmu, tak bisa tersisip sedikitpun rasa congkak yang menelusup..
meski sekedar serpih sekalipun.. karena ilmu itu itu amat indah pancar cahayanya.. amat halus dan lembut sentuhannya.. amat jernih pula tempat yang seharusnya menjadi kediamannya..
begitulah ilmu yang di dambakan penuh dengan keberkahan..

tak cukup hanya dengan cinta dan semangat terhadap ilmu..
ilmu pun membutuhkan bukti sebuah perjuangan bahwa ia memang patut untuk diperjuangkan..
karena itu pula, hanya keistiqomahan dan keistimroran berselimut ikhlash sajalah dari para penuntut ilmu yang mampu memenangkan piala kemuliaan serta janji dari ditinggikannya beberapa derajat seorang 'alim (orang berilmu) atas seorang 'abid (ahli ibadah)..

kita membutuhkan hati yang elastis agar mudah dilemahlembutkan.. karena terkadang hati ini begitu saja mengeras serta menumbuhkan congkak tanpa sadar selaku manusia yang tak luput dari khilaf..

namun, dilain waktu, terkadang hati ini terlalu lembut hingga tak mampu dibentuk layaknya adonan yang terlalu lunak. ini karena kita adalah manusia yang jua tak luput dari ke dhoifan (lemah)..

hati yang elastis saja..
hati yang dapat ditundukkan saat ia mulai menjadi pembangkang terhadap ilmu,
hati yang dapat mengukuhkan saat ia mulai terlalu lunak tanpa rangka hingga bias pada selayaknya ilmu yang rona..

Oh, sunguh indah pesona ilmu itu..
Semoga Rabb kita masih mengizinkan kita untuk berkumpul bersama-orang-orang yang shalih dan berilmu..

_Best Regard, Taqiya Asywaq_
haula nuurul 'ilmu

Jumat, 24 April 2009

Al Bahri..

Suatu hari aku menemuinya.. Oh tidak!! tepatnya ia yang membuatku terpaksa melangkahkan kaki mendekatinya...
Saat tatap kami bertemu, aku menatapnya dalam.. Subhanallah, elok sekali! celetuk batinku.. Rasanya, sulit bagi kelopak mataku untuk mengerjap meski sejenak. Al Bahri.. hatiku bergemuruh, layaknya suguhan ombakmu yang bergulung-gulung.. menyentuh abayaku. Ia menyeretku perlahan, seolah memintaku.. mengenalnya lebih jauh kepedalamannya.
Al bahri.. sejumput darinya saja sudah membuatku kepalang pesona. Namun,.. tujuh kali lipat keberadaannya pun tak mampu menandingi ilmu, Ia yang telah menciptakannya.
Al Bahri,.. saat kutengadahkan sedikit wajahku, rona REMBANG berbalut senja tengah langsur menghampirinya. persis seperti pantulan cermin. Kuhulurkan kedua telapak tanganku menyentuhnya, kubiarkan jemariku membelai buih, hingga bias seketika.. Tiba-tiba, aku seperti mengalami dejavu! Kami, seperti pernah bertemu sebelumnya.. ANYER!! Kau,.. Al Bahri yangs amakah??! Al bahri, selalu saja tersenyum hangat bersama senja yang tak pernah bosan menemaninya kala petang menjelma.. Dan, mataku pun terbuka!
Al bahri telah lenyap dari pendangku. Senja yang menyerpih pun tak mampu lagi ku jangkau.. Entah,.. Sudah berapa lama kah lena bersamaku..?!

_Riak rembang di pesisir taman Kartini_
6 April 2009

Pelosok Negeri

Hari ini.. Sungguh Luar Biasa!Ini, memang negeri yang unik! makin pelosok kucoba mensusurinya.. kian ku tak mengerti dalam sesat..
ini negeriku,
saat ku melongok hingga kepedalamannya, tiba-tiba hatiku terbetik.. Apa yang mereka butuhkan sesungguhnya? Ilmu dan kasih sayangkah? Atau kah cukup hanya dengan penambal perut saja? Dan, inilah negeriku.. Ilmu dan kasih belumlah cukup membuat sudut bibir mereka tersungging. Sementara lapar meronta-ronta tak alang kepalang. Masih adakah jiwa Thalut yang fakir namun lebih suka mendapat hidangan ilmu dari pada suguhan kuasa? Dimanakah jiwa sulaiman yang jernih hingga lebih menghiraukan ilmu serta bersikap tak acuh pada harta,tahta,dan wanita yang ditawarkan? lalu, Dimana pulakah jiwa Muhammad kecil yang dahulu lebih memilih susu dibandingkan arak yang menggoda, karena kebersihan jiwanya?
Allohumma inni a'udzubika minal kufri wal faqr.. wa a'udzubika min 'adzabil qobr.. Laa ilaha illa anta..

pucuk gunung bumi Rembang,24 April 2009

Sabtu, 14 Februari 2009

semalam, cantik sekali..

Rabu, 14 Januari 2009 pukul 21:06sudah beberapa hari... ah, bukan.. lebih tepatnya sejak pekan-pekan belakangan.. hujan sudah tak memiliki ritme kedatangan. tak peduli pagi, siang, ataupun malam.. ia akan singgah sesukanya..hari itu, lewat dari pukul 9 malam aku turun dari metromini yang kutumpangi.. kuyakinkan, itu adalah akhir aktifitasku diluar rumah untuk hati itu.. aku, ingin lekas istirahat. rasanya penat sekali.. belum lagi banyak hal bergumul dalam kepalaku.. seolah hendak bertarung satu persatu tanpa mengindahkan kemungkinan konslet yang terjadi karena tumbukan sinaps yang terjalin mungkin saling bersebrangan..kulangkahkan kaki menuruni bibir pintu metromini..sejenak terpaku menatap malam, wajahku menengadah menghadap langit.. rintik..tapi ini bukan rintik yang biasa, rintikan halus namun amat lebat. aku tak menggenggam payung saat itu, aku ingat.. payungku tertinggal di kosan seorang teman di suatu petang yang tak memiliki senja..Ah, ..aku hanya berbekal sebuah jaket tebal yang kujadikan tameng bagi tubuhku, persiapan menghadapi malam yang unpredictable. abaya dengan warna pastel yang kukenakan, tak kan cukup mampu menghadang dinginnya terpaan malam, lebih-lebih kondisi hujan seperti saat itu.. maka, jaket adalah sahabat setia yang mengiringi langkahku pada musim-musim seperti ini..langkahku bergegas menuju tangga penyebrangan.. karena tempat yang kutuju ada diseberang sana. resleting jaket bagian depan telah kurapatkan hingga ke berdekatan dengan leher. namun, sepertinya angin malam itu tak mau kalah lincahnya.. entah dari mana ia menyelusup.. nyatanya, dinginnya malam masih ampu menembus pori terkecil jaket yang kukenakan.. menerobos abayaku hingga menancap tepat menggetarkan sumsum tulangku. aku bergidik. kedua tanganku telah lama bersembunyi didalam kedua saku jaketku, entah sejak kapan. makin tinggi tangga yang kunaiki, makin terasa hembusan angin yang memilukan..tiba diatas jembatan penyebrangan.. kupandangi bagian kiri dan kananku.. kulihat rintik yang tadi menyapaku. rintik-rintik yang sangat halus.. namun bergerombol.. kulangkahkan kakiku dengan pasti. bersegera. sementara angin yang berhawa dingin sesekali menusuk-nusuk wajahku, sesekali pula memainkan abayaku yang tak terlindungi jaket..tiba dipertengahan jembatan, hampir ke penghujung..langkahku terhenti sejenak.. subhanallah.. cantik sekali! begitu seru sudut hatiku..mataku tertumpu ke bagian kanan, jalan raya yang menghampar diliputi kendaraan yang saling berkejaran, berhiaskan lampu warna warni disetiap tubuh kendaraan tersebut..Bukan, bukan itu yang kumaksudkan..mataku tertumpu pada bagian lain meski masih diranah yang sama.. aku, melihat rintik yang bergerombol itu, dibawah terpaan sinar lampu penerang dipinggir jalan raya.. sungguh cantik sekali parade itu.. mereka nampak berkilau. kualihkan pandanganku kesebelah kiri.. sama.. ada parade rintik dibawah terpaan cahaya lampu penerang jalan.. sama cantiknya. sejenak aku terpaku.. kupalingkan tatapanku jauh kebagian atas langit yang kelam. lalu kembali kuamati parade cantik itu.. aku, senang sekali melihatnya. lalu aku bertanya dalam hati, Rabbi.. apakah sengaja kau tunjukkan sesuatu kejutan untukku? dimalam seperti ini setelah kurasakan dinginnya cuaca dari hujan yang tak henti dan gulitanya malam yang pekat? kejutan yang manis sekali.. layaknya seorang anak kecil yang diberikan hadiah kembang api yang amat cantik pendar kilatan apinya. kembang api yang biasa diluncurkan ke singgasana langit saat tahun baru masehi. yah, parade kecil yang diciptakan segerombolan rintik yang berkolaborasi dengan cahaya lampu penerang jalan. Rabbku, sedang menghiburku..semalam, cantik sekali..Masih bersama malam,namun tak bersama hujanBest regard,TaqiyaAsywaqSalam hangat penuh persaudaraanSemoga hari ini penuh hikmahSemoga Allah senantiasa memudahkan langkah2 kita menujuNya

Berjuang 2 pekan!

aku hanya memiliki waktu dua pekan untuk berjuang..
2 pekan sebagai penentuan, untuk sebuah pengembaraan selanjutnya.. menghilang.. seperti butiran pasir nan halus yang berada dalam genggaman telapak tangan.. saat jemarinya terbuka, ia pun terbag bersama angin.. hilang.. lenyap.. entah mengembara kemana..

pengembaraan kesetiap sudut buminya..
entah ke daratan yang mana aku kan terdampar, entah di pulau yang mana ku kan dilabuhkan.. entah di tempat yang mana ku kan di letakkan.. entah di samudra yang mana ku kan di layarkan.. entah di sudut yang mana ku kan sematkan.. entah dimana.. entah..

ada gejolak yang getir disana, berperang hebat dengan gebu..
seperti tandus, ..

ku mohon.. guncangkan 'Arsy-Nya melalui do'a-do'a tulus dari lisan kalian.., disetiap sujud dalam sholat kalian.. disetiap perjumpaan disepertiga malam dengan sang kholik.. disetiap langkah kaki yang memasuki rumahNya (masjid), disetiap engkau usai melakukan kebajikan.. disetiap waktu, setiap tempat dan setiap peristiwa sebagai waktu-waktu terijabahnya do'a.. kumohon, sebutlah namaku dengan jelas.. DEWI JULITA! bantu aku merayu dan merengek pada Rabb-ku.. katakan bahwa aku begitu lemah, maka beri aku kekuatan.. beri aku kemudahan dalam setiap urusan dan perkara ku..

how a wonderful life..
hari ini.. langit biru yang memayungi.. arakan awan putih membingkai langit, sejuk demi kesejukan disebarkan angin setiap kali ia lewat dan menyapaku..
namun, entah mengapa.. saat kupejamkan mata, terik hebat menyantap pori kulitku.. sedang dingin yang menggigit terus menelusup ke sum-sum tulangku..
dan mataku, sulit terbuka.. sulit sekali..

hilangkah?
sudahkah.. ?

2 pekan..

Sabtu,14 Febuari 2009
antara khouf dan roja'

Best regard,
Dewi Julita

Salam hangat penuh persaudaraan
Semoga hari ini penuh hikmah
Semoga Allah senantiasa memudahkan langkah2 kita menujuNya

History, Mistery And Gift..

Yesterday is history..
Tomorrow is mistery..
Today is Gift..
now, let's create our story..

sejarah membuat kita belajar.. bukankah Al qur'an sendiri mengisahkan 'sejarah' sebagaimana kisah para nabi.. kisah angkuhnya fir'aun.. kisah tangguhnya para pemuda kahfi.. kisah.. dan mereka bagian dari sejarah itu. sejarah dimana hikmah menjadi sumber pembelajaran terbesar. sebagaimana yang Allah sebutkan dalam QS.Albaqarah:269 bahwa siapa yang mampu mengambil suatu hikmah maka ia telah mendapatkan kebaikan yang banyak..

sejarah adalah portofolio kehidupan,
sebagaimana setiap masa memiliki sejarah.. setiap masa memiliki pahlawan masing-masing..
sejarah pulalah yang mencatat ternyata pergeseran dari kelurusan niat mungkin saja terjadi dalam diri seorang pahlawan.. yah, sejarah yang berkolerasi dengan waktu telah memperlihatkan dengan jelas mana hitam, mana putih..

Tomorrow is mistery..
ia adalah kesatuan mimpi dan harapan.. sebuah visi yang menginternal hingga mampu dirasakan oleh setiap sel dalam tubuhmu. seorang pahlawan tak hanya sebagai seorang yang visioner, namun haruslah berjiwa antisipatif, begitulah islam mengajarkan. tengoklah perintah berhijab yang diturunkan pada masa rosulullah.. selain hijab adalah penanda seorang muslim dan seorang kafir.. perintah hijab adalah perintah antisipatif, bagaimana tidak? siapa sangka jika ozon hingga ratusan atau ribuan tahun setelahnya akan berlubang dan terus membesar sehingga menyebabkan kanker kulit dll?
tak hanya itu.. hal-hal antisipatif adalah kajian para fuqaha pada zaman itu.. mereka mengkaji solusi dari permasalahan hal-hal yang belum terjadi..
nah, bukankah kajian antisipatif seharusnya dikaji oleh kita para intelektual muda?

gerakan yang masif adalah bukanlah gerakan yang reaktif.. yaitu, setiap ada permasalahan yang timbul baru merespon.. gerakan yang masif adalah gerakan yang memiliki kemampuan antisipatif.. jangan sampai masalah datang melampaui batas kemampuan solusi kita. bukankah setiap masa memiliki permasalahan yang berbeda? dan permasalahan dimasa datang pasti memiliki kolerasi dari masalah dihari ini..

Need Asessment atau pengumpulan data yang dibutuhkan adalah salah satu bentuk antisipatif sebelum mengkaji formulasi yang tepat, dan tentunya sebelum melangkah lebih jauh.. kita harus jeli melihat permasalahan hari ini, serta apa saja yang kita butuhkan dimasa datang sehingga harus dilakukan hari ini?
misal, jika anda adalah seorang bupati yang tentunya kini setiap daerah telah memiliki otonomi, maka anda harus tahu dengan detail data terkini penduduk (jenis kelamin, proporsinya,usia sekolah, usia produktif, usia lansia, kesejhatan, pendidikan, dominasi pekerjaan penduduk setempat), potensi kekayaan alam, budaya, dll.. permaslaahan hari ini, misal: daerah sumatera selatan yang kebanyakan penduduknya memanfaatkan kekayaan alam sebagai mata pencaharian seperti pengerukan pasir dan batu-batu dari sungai-sungai, jika tanpa adanya antisipasi, maka bisa terjadi erosi dan banjir karena bahu sungai kian melebar tanpa adanya batu-batu penyangga sebagai penahan arus, dll.. lalu anda bisa membuat kebutuhan dimasa datang misal: jika daerah anda seperti sumatera selatan yang memiliki kekayaan batubara, batu dan kayu yang berkualitas, dll.. maka daerah anda membutuhkan seorang ahli tambang, ahli tanah (karena struktur tanah sumatera pertengahan antara struktur tanah jawa dan papua alias memiliki unsur batu), ahli kehutanan, dll.. maka, apa yang harus anda lakukan hari ini? misalnya mencari siswa berprestasi yang kelak akan disekolahkan hingga perguruan tinggi terbaik tentunya diharapkan kelak yang akan menjadi putera daerah yang membangun daerah asalnya.. dengan demikian anda tak hanya membantu daerah anda berkembang namun juga telah mengantisipasi terjadinya kerusakan lingkungan, bahaya bencana alam, bahaya peningkatan kebodohan, bahaya peningkatan kemiskinan, dll..

today is Gift..
now, let's create our story..

maka, bagaimanakah kita? dimanakah peranan yang akan kita ambil.. silahkan buat sejarah anda masing-masing..

yang jelas, seorang yang kecil ia akan mati sebagai orang kecil
namun, seorang yang besar ia akan hidup selamanya..

untuk menjadi seorang yang besar, tentu ia takkan pernah berkata.. ini saatnya bersantai santai dan beristirahat, karena untuk menjadi seorang yang besar kita membutuhkan pikiran-pikiran besar untuk melakukan hal-hal yang besar.. dan membutuhkan tenaga serta pengorbanan yang juga besar..

yang perlu kita ingat adalah, sejarah itu tidak pernah dibuat sendiri.. ia ada bersama yang menyertainya..
maka, jika anda ingin membuat sejarah.. jangan pernah melakukannya sendiri, karena orang-orang disekitar andalah yang membantu anda menciptakan sejarah itu..
Sendiri berani, sendiri sabar, sendiri ikhlas tidaklah cukup.. tapi bersama, BERANI, SABAR dan IKHLAS jadi tambah indah..

wallahu'alam bishowwab

Best regard,


Dewi julita

salam hangat penuh persaudaraan
semoga hari ini penuh hikmah
semoga ALlah senantiasa memudahkan langkah-kita menujuNya